Ketua GPM Sulut Seruhkan Pemerintah Wajib Perhatikan Kesulitan Petani. Sering Alami Kesusahan Bibit dan Pupuk.

Manado (14/4). Ketua Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Sulawesi Utara, Steven Sumolang menyeruhkan kepada pemerintah untuk memperhatikan realisasi kebijakan pertaniannya pada masyarakat. Kaum petani justru tidak menerima manfaat bagi kesejahteraannya.

Pembangunan pertanian rakyat dengan sejumlah program yang hendak meningkatkan produktivitas dan ekonomi pertanian, selalu berada dalam kondisi yang kurang bagus. Petani yang berada di garis depan pembangunan pertanian, merasakan kesulitan mengakses pupuk, bibit, alat pertanian, dan segala program-program yang menjadi hak petani itu sendiri. Kemudian dipermainkan pedagang, terlilit hutang dan rentenir

Semisal pupuk, terjadi masalah dalam penyalurannya. Ada permainan para penyalur yang menjualnya di tempat lain. Pada akhirnya petani sulit mendapatkan pupuk. Padahal ketersediaannya telah dijamin karena menghitung areal kebun dan sawah di desa setempat. Setiap petani minimal punya hak beli pupuk subsidi untuk lahan 2 hektarnya.

Sumolang, menambahkan bahwa selalu saja ada cerita kelangkaan pupuk dan bibit, di pelosok desa. Bahkan harga yang dibeli lebih tinggi dari yang ditetapkan.

"Bagaimana rakyat bisa sejahtera dan ketahanan pangan bangsa ini bisa kuat, kalau proses pembangunan pertanian dari hulu ke hilir tidak berjalan baik. Mulai dari kebijakan, produksi, distribusi/pasar, modal, kemudian pemerintah, petani, pedagang, konsumen, dll. Kesemuanya saling berkaitan dan harus diperhatikan, diberdayakan dan diawasi" kata Sumolang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Buku : Tradisi Melaut dan Perubahannya, Studi Orang Bajo di Pulau Nain Taman Nasional Laut Bunaken

Salah Kaprah Memandang Pancasila, Refleksi Ketua GPM Sulut Soal Hari Pancasila